Jumat, 06 November 2015

MIMPI DAN HARAPAN

Sejak menempuh pendidikan dasar setiap ditanya tentang cita-cita saya hanya memberi jawaban, saya ingin jadi seorang guru. Dan cita-cita itu masih bertahan dari saya duduk dibangku SMP-SMK. Ketika saya duduk dibangku SMP saya memang masih bersama dengan kawan saya sewaktu duduk dibangku SD, jadi tidak akan sulit bagi saya untuk mencari teman dan belajar berogarnisasi. Kemudian setelah lulus SMP saya memiliki keinginan, mencoba menempuh pendidikan tingkat atas didaerah kabupaten dengan berbagai pertimbangan. Berawal dari keinginan tersebut, saya akhirnya diterima di SMK masuk jurusan Pemasaran dan mendapat tentangan dari orang tua. Namun saya tidak mau mundur, karena saya yakin saya kelak akan mempertanggungjawabkan pilihan saya. Dan akhirnya dalam pendaftaran SNMPTN saya masih berselisih pendapat dengan orang tua mengenai prodi yang akan dipilih di perguruan tinggi nanti. Masih hal yang sama yang menjadi perdebatan antara saya dengna orang tua, yaitu orang tua mengharuskan saya memilih prodi PGSD sedangkan saya ingin melanjutkan prodi ke prodi Pendidikan Tata Niaga yang searah dengan jurusan saya sewaktu duduk dibangku SMK, mengapa saya harus emmpertahankan jurusan tersebut menuju tingkat perguruan tinggi. Berawal dari jurusan saya yang dulu selalu menjadi olokan tetangga maupun teman, namun dari ocehan mereka saya jadikan sebagai senjata saya harus membutikan kepada mereka bahwa jurusan Pemasaran bukanlah jurusan yang tidak bermanfaat atau hanya untuk menjadi pegawai rendahan. Saya juga mendapat inspirasi dari salah satu guru saya ketika saya duduk dibangku SMK yaitu Ibu Yeni, beliau juga dulu belajar di prodi Tata Niaga dan beliau itu salah satu guru yang cara atau metode mengajarnya tidak membosankan dan selalu memacu siswanya untuk selalu dan harus memperoleh hasil yang bagus namun dibalik hasil yang bagus harus dibarengi dengan usaha kita selepas dari itu kita harus mengetahui apa pentingnya dan manfaat dari yang kita pelajari. Berawal dari hal tersebut saya memiliki keinginan untuk mendaftar ke perguruan tinggi yang sama dengan Ibu Yeni, karna saya rasa output dari pergurun tinggi tersebut sangat bagus dengan kemampuan yang dtunjukan oleh Ibu Yeni diekolah kami ketika mengajar.
 Alhamdulillah pengumuman SBMPTN tiba, dan saya diberitahukan oleh salah satu teman satu kelas saya, dia memberitahukan bahwa saya diterima di Universitas Negeri Malang, sungguh diluar dugaan bagi saya bisa melanjutkan pendidikan yang sama  dimana guru yang memberikan motivasi saya juga menempuh pendidikan tingggi ditempat yang akan saya tuju. Saya seorang anak salung perempuan yang sebelumnya meliliki pengalaman untuk hidup diluar kota dan jauh dari orang tua selama selama 4bulan untuk menempuh prakerin (praktek kerja industry) di Ramayana Depstore kota Surabaya. Berawal dari sana saya meyakinkan orang tua, kalu 4bulan saja saya mampu bertahan jangan ragukan putri sulung bapak ibu untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi meski harus berpisah untuk sementara dari kalian. Akhirnya saya mengantongi izin dari beliau berdua, yang sebelumnya terjadi perdebatan antara kami lagi-lagi masalah prodi, terutama ibu saya mengharuskan saya untuk menempuh prodi PGSD di salah satu Universitas dikota saya, karena beliau juga alumni dari Universitas tersebut tapi saya tetap bersikukuh dengan pertimbangan, memang diluar kota butuh biaya hidup yang lebih mahal tapi insyaallah hasilnya akn lebih baik daripada yang ada dikotaku. Akhirnya berangkat hanya berdua dengan Ibu saya ke kota Malang, karena 1kelas hanya saya yang diterima di Universitas tersebut, sulit memang tidak ada rekan dan disana kami tidak memiliki 1pun orang yang kita kenal. Berawal dari situlah saya memiliki tekad yang kuat, ini pilihan yang harus saya perjuangkan demi mereka yang bekerja keras untuk mengantarkan putri sulungnya menempuh pendidikan tinggi di kota Malang. Masa depan bukan lagi bersama mereka temans sekolah, teman jalan melainkan masa depan bersama mimpi dan harapan dari orang tua yang sudah bekerja keras untuk ank-anaknya. Banyak pelajaran hidup terutama yang saya petik dari perjalanan menempuh gelar sarjana di kota Malang, memiliki rekan dari berbagai pulau dan kota di Indonesia membuat saya bersyukur saya diberikan izin untuk menempuh pendidikan tinggi disini dan bertemu mereka rekan berjuang menuju masa depan yang lebih baik dengan berbagai tindakan positif bagaimana cara kita menjaga sikap, toleransi, saling menjaga, membantu yang membutuhkan pertolongan yang selama ini saya rasa belum pernah saya dapatkan selama saya menempuh pendidikan sekolah hingga tingkat atas. Terutama belajar mengendalikan diri dari amarah untuk menjaga perasaan orang lain dan juga kebutuhan akan teknologi dan informasi karna saya rasa saya tertinggal dalam hal itu karna keterbatasan ekonom dikeluarga saya, dan saya harus belajar jangan pernah meminta karena sudah cukup orangtua saya memberikan pendidikan yang layak ini. Jadi yang hrus saya perjuangkan bagaimana cara saya memanfaatkan waktu luang kuliah saya supaya bisa menghasilkan rupiah untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang saya segan untuk minta kepada orang tua, akhirnya saya mengikuti tawaran teman satu kelas untuk ikut multi level marketing saya mengambil keputusan tersebut tanpa izin dari orang tua untuk menginvestasikan uang Rp 250.000,- kepada perusahaan mlm dengan imbalan produk the kesehatan dan lain sebagainya, jika saya berhasil mengajak rekan saya untuk bergabung dengan perusahan tersebut saya akan memperoleh uang hasil investasi dari rekan saya. Berawal dari sana saya mulai curiga, adakah usaha yang seperti ini menarik keuntungna dari orang lain. Ada rekan kuliah saya yang berminat untuk bergabung, namun saya menolaknya dan memberikan penjelasan, jangan mengikuti jalan saya yang salah kalua kamu tidak mau merugi cukup saya saja yang merugi tapi jangan dengan kamu. Perdebatan dengan rekan saya terjadi, akhirnya dengan penjelasan dan arahan dari saya rekan saya mau menerima alasan saya. Kemudian apa yang saya lakukan slelanjutnya, uang jatah bulanan saya sudah saya investasikan otomatis jika saya tidak berhasil mengajak rekan saya untuk bergabung uang saya juga tidak kembali lantas bagaimana saya melanjutkkan hidup saya, tidak mungkin saya minta kepada orang tua, yang ada takud. Saya bercerita dengan teman kuliah saya kebetulan dia ank bidikmisi, dia menawarkan pinjaman kepada saya dan memberika kemudahan saya untuk membayarnya disemester depan Alhamdulillah masih ada orang yang baik hati mau menolong akibat dari kelalaian saya. Dari situ saya berfikir, saya disini buukan untuk mencari rupiah tapi untuk mencari ilmu guna membuat orang tua bangga, maafkan kekhilafan putrimu bapak ibuku.
Disemester genap kampusku memiliki waktu libur yang cukup lama yaitu 3bulan terhitung dari bulan Mei-Juli, saya tidak putus asa untuk menghasilkan rupiah apalagi saya sudah tidak terikat tugas kuliah selama kurun waktu 3bulan. Terutama ketika libur semester genap kami memiliki waktu libur sampai 3bulan, waktu itu saya manfaatkan untuk bekerja di salah satu supermarket di kota asal saya Tuban. Pastilah tetangga berfikir jika sebelumnya pada bulan pertama saya masih nganggur karena belum ada panggilan kerja, mereka berfikir saya sudah berhenti kuliah. Kemudian bulan kedua saya mendapat panggiilan untuk kerja dalam waktu 1bulan selama bulan puasa. Alhamdulillah hasilnya bisa saya gunakan untuk membayar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mata kuliah wajib semacam kuunjungan industry ke Bali dan Lombok. Saya merasa bangga bisa menjalankan studi dengan baik, dan memanfaatkan waktu luang dengan menghasilkan rupiah. Jika saya mampu melakukan hal ini saya harap, saudaraku disana juga bisa melanjutkan studi mereka sembari menghasilkan rupiah tapi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar mereka, misalnya memberikan pembelajaran emmbuat kerajinan dari kulit jagung dari kulut jagung yang biasanya hanya dibuang justru bisa menambah nilai jika kita bisa memberikan latihan membuat kerajinan dengan benda yang mudah kita dapatkan sepert pelatihn yang diadakan dikota Malang yang pernah saya ikuti dan saya praktekkan lalu saya jual ketika saya pulang ke kota asal saya. Semoga dengan bekal kecil dari saya bisa membuat perubahan bagi saudaraku.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar