Jumat, 06 November 2015

MIMPI DAN HARAPAN

Sejak menempuh pendidikan dasar setiap ditanya tentang cita-cita saya hanya memberi jawaban, saya ingin jadi seorang guru. Dan cita-cita itu masih bertahan dari saya duduk dibangku SMP-SMK. Ketika saya duduk dibangku SMP saya memang masih bersama dengan kawan saya sewaktu duduk dibangku SD, jadi tidak akan sulit bagi saya untuk mencari teman dan belajar berogarnisasi. Kemudian setelah lulus SMP saya memiliki keinginan, mencoba menempuh pendidikan tingkat atas didaerah kabupaten dengan berbagai pertimbangan. Berawal dari keinginan tersebut, saya akhirnya diterima di SMK masuk jurusan Pemasaran dan mendapat tentangan dari orang tua. Namun saya tidak mau mundur, karena saya yakin saya kelak akan mempertanggungjawabkan pilihan saya. Dan akhirnya dalam pendaftaran SNMPTN saya masih berselisih pendapat dengan orang tua mengenai prodi yang akan dipilih di perguruan tinggi nanti. Masih hal yang sama yang menjadi perdebatan antara saya dengna orang tua, yaitu orang tua mengharuskan saya memilih prodi PGSD sedangkan saya ingin melanjutkan prodi ke prodi Pendidikan Tata Niaga yang searah dengan jurusan saya sewaktu duduk dibangku SMK, mengapa saya harus emmpertahankan jurusan tersebut menuju tingkat perguruan tinggi. Berawal dari jurusan saya yang dulu selalu menjadi olokan tetangga maupun teman, namun dari ocehan mereka saya jadikan sebagai senjata saya harus membutikan kepada mereka bahwa jurusan Pemasaran bukanlah jurusan yang tidak bermanfaat atau hanya untuk menjadi pegawai rendahan. Saya juga mendapat inspirasi dari salah satu guru saya ketika saya duduk dibangku SMK yaitu Ibu Yeni, beliau juga dulu belajar di prodi Tata Niaga dan beliau itu salah satu guru yang cara atau metode mengajarnya tidak membosankan dan selalu memacu siswanya untuk selalu dan harus memperoleh hasil yang bagus namun dibalik hasil yang bagus harus dibarengi dengan usaha kita selepas dari itu kita harus mengetahui apa pentingnya dan manfaat dari yang kita pelajari. Berawal dari hal tersebut saya memiliki keinginan untuk mendaftar ke perguruan tinggi yang sama dengan Ibu Yeni, karna saya rasa output dari pergurun tinggi tersebut sangat bagus dengan kemampuan yang dtunjukan oleh Ibu Yeni diekolah kami ketika mengajar.
 Alhamdulillah pengumuman SBMPTN tiba, dan saya diberitahukan oleh salah satu teman satu kelas saya, dia memberitahukan bahwa saya diterima di Universitas Negeri Malang, sungguh diluar dugaan bagi saya bisa melanjutkan pendidikan yang sama  dimana guru yang memberikan motivasi saya juga menempuh pendidikan tingggi ditempat yang akan saya tuju. Saya seorang anak salung perempuan yang sebelumnya meliliki pengalaman untuk hidup diluar kota dan jauh dari orang tua selama selama 4bulan untuk menempuh prakerin (praktek kerja industry) di Ramayana Depstore kota Surabaya. Berawal dari sana saya meyakinkan orang tua, kalu 4bulan saja saya mampu bertahan jangan ragukan putri sulung bapak ibu untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi meski harus berpisah untuk sementara dari kalian. Akhirnya saya mengantongi izin dari beliau berdua, yang sebelumnya terjadi perdebatan antara kami lagi-lagi masalah prodi, terutama ibu saya mengharuskan saya untuk menempuh prodi PGSD di salah satu Universitas dikota saya, karena beliau juga alumni dari Universitas tersebut tapi saya tetap bersikukuh dengan pertimbangan, memang diluar kota butuh biaya hidup yang lebih mahal tapi insyaallah hasilnya akn lebih baik daripada yang ada dikotaku. Akhirnya berangkat hanya berdua dengan Ibu saya ke kota Malang, karena 1kelas hanya saya yang diterima di Universitas tersebut, sulit memang tidak ada rekan dan disana kami tidak memiliki 1pun orang yang kita kenal. Berawal dari situlah saya memiliki tekad yang kuat, ini pilihan yang harus saya perjuangkan demi mereka yang bekerja keras untuk mengantarkan putri sulungnya menempuh pendidikan tinggi di kota Malang. Masa depan bukan lagi bersama mereka temans sekolah, teman jalan melainkan masa depan bersama mimpi dan harapan dari orang tua yang sudah bekerja keras untuk ank-anaknya. Banyak pelajaran hidup terutama yang saya petik dari perjalanan menempuh gelar sarjana di kota Malang, memiliki rekan dari berbagai pulau dan kota di Indonesia membuat saya bersyukur saya diberikan izin untuk menempuh pendidikan tinggi disini dan bertemu mereka rekan berjuang menuju masa depan yang lebih baik dengan berbagai tindakan positif bagaimana cara kita menjaga sikap, toleransi, saling menjaga, membantu yang membutuhkan pertolongan yang selama ini saya rasa belum pernah saya dapatkan selama saya menempuh pendidikan sekolah hingga tingkat atas. Terutama belajar mengendalikan diri dari amarah untuk menjaga perasaan orang lain dan juga kebutuhan akan teknologi dan informasi karna saya rasa saya tertinggal dalam hal itu karna keterbatasan ekonom dikeluarga saya, dan saya harus belajar jangan pernah meminta karena sudah cukup orangtua saya memberikan pendidikan yang layak ini. Jadi yang hrus saya perjuangkan bagaimana cara saya memanfaatkan waktu luang kuliah saya supaya bisa menghasilkan rupiah untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang saya segan untuk minta kepada orang tua, akhirnya saya mengikuti tawaran teman satu kelas untuk ikut multi level marketing saya mengambil keputusan tersebut tanpa izin dari orang tua untuk menginvestasikan uang Rp 250.000,- kepada perusahaan mlm dengan imbalan produk the kesehatan dan lain sebagainya, jika saya berhasil mengajak rekan saya untuk bergabung dengan perusahan tersebut saya akan memperoleh uang hasil investasi dari rekan saya. Berawal dari sana saya mulai curiga, adakah usaha yang seperti ini menarik keuntungna dari orang lain. Ada rekan kuliah saya yang berminat untuk bergabung, namun saya menolaknya dan memberikan penjelasan, jangan mengikuti jalan saya yang salah kalua kamu tidak mau merugi cukup saya saja yang merugi tapi jangan dengan kamu. Perdebatan dengan rekan saya terjadi, akhirnya dengan penjelasan dan arahan dari saya rekan saya mau menerima alasan saya. Kemudian apa yang saya lakukan slelanjutnya, uang jatah bulanan saya sudah saya investasikan otomatis jika saya tidak berhasil mengajak rekan saya untuk bergabung uang saya juga tidak kembali lantas bagaimana saya melanjutkkan hidup saya, tidak mungkin saya minta kepada orang tua, yang ada takud. Saya bercerita dengan teman kuliah saya kebetulan dia ank bidikmisi, dia menawarkan pinjaman kepada saya dan memberika kemudahan saya untuk membayarnya disemester depan Alhamdulillah masih ada orang yang baik hati mau menolong akibat dari kelalaian saya. Dari situ saya berfikir, saya disini buukan untuk mencari rupiah tapi untuk mencari ilmu guna membuat orang tua bangga, maafkan kekhilafan putrimu bapak ibuku.
Disemester genap kampusku memiliki waktu libur yang cukup lama yaitu 3bulan terhitung dari bulan Mei-Juli, saya tidak putus asa untuk menghasilkan rupiah apalagi saya sudah tidak terikat tugas kuliah selama kurun waktu 3bulan. Terutama ketika libur semester genap kami memiliki waktu libur sampai 3bulan, waktu itu saya manfaatkan untuk bekerja di salah satu supermarket di kota asal saya Tuban. Pastilah tetangga berfikir jika sebelumnya pada bulan pertama saya masih nganggur karena belum ada panggilan kerja, mereka berfikir saya sudah berhenti kuliah. Kemudian bulan kedua saya mendapat panggiilan untuk kerja dalam waktu 1bulan selama bulan puasa. Alhamdulillah hasilnya bisa saya gunakan untuk membayar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mata kuliah wajib semacam kuunjungan industry ke Bali dan Lombok. Saya merasa bangga bisa menjalankan studi dengan baik, dan memanfaatkan waktu luang dengan menghasilkan rupiah. Jika saya mampu melakukan hal ini saya harap, saudaraku disana juga bisa melanjutkan studi mereka sembari menghasilkan rupiah tapi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar mereka, misalnya memberikan pembelajaran emmbuat kerajinan dari kulit jagung dari kulut jagung yang biasanya hanya dibuang justru bisa menambah nilai jika kita bisa memberikan latihan membuat kerajinan dengan benda yang mudah kita dapatkan sepert pelatihn yang diadakan dikota Malang yang pernah saya ikuti dan saya praktekkan lalu saya jual ketika saya pulang ke kota asal saya. Semoga dengan bekal kecil dari saya bisa membuat perubahan bagi saudaraku.
 

Minggu, 17 Mei 2015

ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

Mengapa masyarakat harus mengenal hukum?? 
Menurut pendapat saya, masyarakat terdiri dari berbagai individu yang berkelompok dengan berbagai tujuan, dan untuk mencapai tujuannya individu melakukan interaksi antar manusia dan kelompok yang saling membutuhkan dan bergantung supaya interaksi dapat berjalan dengan lancar,maka diperlukan aturan yang mana aturan tersebut dapat melindungi dan menghormati kepentingan orang lain sesuai dengan hak dan kewajiban yang dibebankan oleh aturan tersebut.  



1. HUKUM

Hukum :
a. Peraturan yang berisi perinth dan larangan.
b. Yang dibuat oleh lembaga resmi yang berwenang.
c. Digunakan untuk mengatur tingkah laku setiap individu.
d. Bersifat memaksa, karena itu hukum harus bersaksi.
e. Aparat sebagai penegak hukum.

Sumber hukum :
a. UU : Peraturan tertulis yang dibuat oleh badan berwenang.
b. Kebiasaan : Perbuatan manusia yang tetap dan berulang.
c. Yurisprudensi : Putusan hakim (pengadilan) yang mengikuti putusan hakim terdahulu.
d. Traktat : Perjanjian antara dua negara yang isinya mengikat negara yang mengadakan perjanjian tersebut.
e. Doktrin : Anggapan ahli hukum sebagai sumber tambahan, pendapatnya dijadikan dasar untuk memutus perkara.

Azas Hukum :
a. Azas Keadilan :Mampu menciptakan keadilan bagi masyarakat yang diatur dan dipaksanya.
b. Azas Mnfaat : Harus memberikan manfaat bagi yang diatur dan dipkasa.
c. Azas Kepastian Hukum : Harus memberikan kepstian hukum bagi masyarakat yang diatur dan dipaksanya.



2. HUKUM PERJANJIAN

Hukum perjanjian merupakan hubungan hukum yang terbentuk akibat adanya satu pihak yang mengikatkan diriny kepada pihak lain. Dimana pihak yang satu berhak (kreditur) dan pihak lainnya (debitur) berkewajiban atas suatu prestasi.

Syarat sah perjanjian merupakan syarat-syarat agar perjanjian itu sah dan punya kekuatan mengikat secara hukum. Syarat sah hukum sebagai berikut :
a. Sepakat : Pihak yang membuat perjanjian harus memberikan persetujuan secara bebas.
b. Cakap : Adanya pengetahuan dan kehendak terhadap apa yang diperjanjikan atau mampu melakukan perbuatan hukum.
c. Adanya hal tertentu : Setiap perjanjian harus jelas apa yang menjadi objek perjanjian.
d. Suatu sebab atau kausa yang halal : Isi perjanjian, dalam membuat perjanjian berlaku sistem terbuka. 

Objek dan prestasi perjanjian :
a. Objek perjanjian merupakan suatu hal tertentu yang diperjanjikan. Contoh : Rumah, mobil, sepeda, motor, mesin, merk dagang,paten.
b. Prestasi merupakan apa yang melekat pada hal tertentu itu yang harus ditati oleh para pihak. Contoh :Dalam perjanjian sewa beli, preatasinya adalah memberi sesuatu.

Ingkar Janji (Wanprestasi) adalah keadaan dimana debitur (pihak yang berkewajiban) tidak melaksanakan prestasi (kewajibannya) dan bukan karena keadaan memaksa.
Bentuk ingkar janji :
a. Tidak memenuhi prestasi sama sekali.
b. Terlambat memenuhi prestasi.
c. Memenuhi prestasi secara tidak baik.

Keadaan memaksa (Overmatch) meruakan keadaan yang terjadi setelah dibuatnya perjanjian yang menghalangi debitur mmenuhi prestasinya, dimana debitur tidak dapat dipersalahkan dan tidak harus menanggung resiko serta keadaan itu tidak dapat diduga pada waktu perjanjian dibuat.

Jenis-jenis perjanjian :
1. Perjanjian positif : Perjanjian yang prestasinya memberi dan atau berbuat sesuatu. Perjanjian Negatif : Perjanjian yang prestasinya berupa tidak melakukan sesuatu.
2. Perjanjian Sepintas lalu : Perjanjian yang prestasinya tidak terus menerus, cukup satu perbuatan saja. Perjanjian berkelanjutan : Perjanjian yang prestasinya terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
3. Perjanjian alternatif : Perjanjian yang prestasinya dapat dipilih oleh debitur. Perjnajian fakultatif: Perjanjian yang prestasinya hanya berupa satu bentuk prestasi.
4. Perjanjian dibawah tangan : Perjanjian yang dibuat oleh para pihak, tanpa melibatkan pejabat yang berwenang. Perjanjian dengan akta oetentik : perjnjian yang dibuat oleh atau dihadapan pejabat yang berwenang.     

Hapusnya Perjanjian
1. Dikarenakan dalam perjanjian oleh kedua belah pihak.
2. UU menentukan batas berlakunya.
3.Para pihak dan UU menentukan terjadinya peristiwa tertentu, maka perjanjian dihapus.
4. Pernyataan menghentikan perjanjian oleh salah satu pihak (apzegging).
5. Karena putusan hakim.
6. Tujuan perjanjian telah tercapai.
7. Dengan persetujuan para pihak untuk menghentikan perjanjian.

3. BENTUK BADAN USAHA DAN KAIDAH HUKUMNYA

Badan usaha dibedakan atas :
1. Perseroan.
2.Perseroan firma.
3. Perseroan komanditer.
4. Perseroan terbatas.
5. Koperasi.
6. Yayasan.

Badan Usaha Yang Tidak Berbadan Hukum

Firma:                                                             CV:
- Sistem terbuka                                               - Sistem terbuka
- Tanggung jawab renteng                               - Tanggung jawab renteng
- Tidak terbatas modal                                     - Tidak terbatas modal
- Tidak terpisah antara hak dan kewajiban      - Tidak terpisah antara hak dan kewajiban
- Pembagian keuntungan                                 - Pembagian keuntungan
- Akte pendirian                                               - Akte pendirian
- Prosedur pendirian                                        - Prosedur pendirian
                                                                         - Persero pasif

Badan usaha :
1. Sebuah badan atau organsasi yang teratur.
2. Yang didirikan berdasarkan kaidah hukum.
3. Untuk menjalankan suatu usaha.
4. Dengan tujuan memperoleh keuntungan.
5. Dalam jangka waktu lama (terus-menerus).

Pertimbangan untuk memutuskan apakah perlu membentuk badan usaha atau tidak?
1. Diliht dari skala binis atau ekonomi.
2. Jangkauan pasar.
3. Modal pengembangan bisnis.
4. Akses pendanaan.
5. Kepastian hukum dan manajemen resiko.


4. PERSEROAN TERBATAS

Pengertian : Badan hukum yang didirikan berdasarkan perjnajian, yang melakukan usaha dengan modal tertentu, yang seluruhnya terbagi atas saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU serta peraturan pelaksanaanya.

Unsur-unsur Perseroan terbatas :
1. Perseroan terbatas sebagai Badan hukum.
2. Pereseroan terbatas didirikan berdasarkan perjanjian.
3. Perseroan harus memiliki modal yang terbagi dalam saham.
4. Perseroan harus memenuhi persyaratan Undang-undang.

Perseroan tidak boleh memakai nama :
1. Yang telah dipakai secara sah oleh perseroan lain.
2. Bertentangan dengan ketentuan umum.
3. Sama atau mirip dengan nama lembaga negara.
4. Tidak sesuai maksud dan tujuan.
5. Terdiri dari rangkaian angka.
6. Mempunyai ciri sebagai perseroan.

Cara pendirian PT :
1. Didirikan minimal oleh 2 orang.
2. Dibuat dengan akta notaris.
3. Dalam bahasa Indonesia.
4. Mencantumkan perkataan PT.
5. Disahkan oleh menteri kehakiman.
6. Didfatarkan berdasarkan UU.
7. Dimuat dalam berita negara.
8. Untuk pereroan terbatas tertutup, modal minimal sebesar 20.000.000


Modal dan saham perseroan
1. Modal dasar
2. Modal ditempatkan atau dikeluarkan
3. Modal disetor

Organisasi perrseroan :
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Organ perseroan tertinggi untuk memutuskan arah dan tujuan perseroan.
2. Direksi, badan pengurus perseroan tertinggi yang berhak dan berwenang untuk menjalankan perusahaan.
3. Komisaris, bertugas mengawasi kebijaksanaan direksi dalam menjalankan perseroan dan memberikn nasihat.


5. HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN

1. Untuk memberikan kepastian hukum.
2. Untuk membuat hubungan yang setara antara pelaku usaha dan konsumen.

Negara : Memberikan izin dan mencabut izin jika pelaku usaha melakukan pelanggaran.
Pelaku usaha dengan konsumen :Ketidak hadiran negara akan mengakibatkan penyimpangan.Ada salah satu pihak yang dirugikan dan diuntungkan.
Masyarakat harus bersikap kritis dan proaktif terhadap produk, supaya pelaku usaha tidak semena-mena.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional :
1. Melakukan edukasi masyarakat supaya menjadi konsumen yang sadar dan kritis terhadap produk yang dibeli dan terjamin.
2. Memberdayakan konsumen ketika berhadapan dengan pelaku usaha.

Azas dan tujuan :
1. Azas manfaat, memberikan manfaat bagi kepentingan konsumen.
2. Azas keadilan, memberikan kesempatan pada konsumen dan pelaku usaha dalam memperoleh hak dan kewajiban secara adil.
3. Azas keseimbangan, keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha dan pemerintah.
4. Azas keamanan dan keselamatan konsumen, jaminan pada konsumen dalam pemakaian dan pemanfaatan barang atau jasa yang dikonsumsi.
5. Azas kepastian hukum, pelaku usaha dan konssumen mematuhi dan memperoleh keadilan dalam perlindungan konsumen dan negara menjamin kepastian hukum.


6. HAK DAN KEWAJIBAN KONSUMEN






7. MILIK INTELEKTUAL




8. PASAR MODAL
9. BANK LEMBAGA KEUANGAN
10. HUKUM KEPAILITAN

Kamis, 07 Mei 2015

Sungguh, MENUNGGU adalah hadiah terbaik bagi orang-orang yang BERSABAR
TERE LIYE_Rindu


"Aku kenal dengannya dihari yang sama saat Bapakku meninggal di laut", Ambo uleng memulai kisah, matanya tertuju ke meja, "Bapakku saat itu menjadi juru mudi kapal kayu ukuran sedang dengan rute Kota Baru di pulau Kalimantan menuju Pare-Pare. Bolak-balik membawa barang dagangan, hasil bumi atau dalam beberapa kesempatan penumpang. "
"Usiaku saat itu sembilan tahun. Aku sudah sering ikut Bapak pergi melaut. Mulai sejakia hanya nelayan biasa hingga membawa kapal kayu itu. Pekerjaanku adalah semua yang bisa aku kerjakan. Mulai dari mneyikat kapal, memasang layar, kuli angkut, apapun yang bisa kukerjakan. Aku lebih suka berada diatas kapal daripada di daratan, jadi aku tidak keberatan dengan semua pekerjaan itu".
"Rute kapal kayu itu tidak sulit, melewati selat Makassar. Hanya perjlanan sehari semalam. Tidak pernah lebih dari dua hari, bahkan dalam situasi cuaca buruk sekalipun. Bapak hafal diluar kepalarute itu. Bukan termasuk yang berbahaya, kecuali sedang musim ombak tinggi dan seluruh kapal memang berhenti beroperasi".
"Hari itu, kapal tidak digunakan mengangkut barang dagangan. Pemilik kapal menggunakannya untuk perjalanan keluarganya, dari kota Baru kembali ke Pare-Pare. Ada sembilan anggota keluarganya yang naik, salah satunya adalah anak perempuan pemilik kapal. Aku belum mengenalnya. Sejujurnya aku tidak peduli siapa namanya. Aku hanya kelasi rendahan, tugasku bukan bercakap-cakap dengan penumpang."
"Kami berangkat dari kota Baru siang pukul dua. Cuaca cerah, ombak tenang. Sepertinya tidak akan ada masalah serius. Bapak memegang kemudi sejak berangkat. Sempat digantikan oleh kelasi lain malam harinya, agar bisa beristirahat. Aku melakukan tugasku, apa pun yang bisa kukerjakan."
"Besok paginya, cuaca mulai buruk. Angin kencang, langit mendung. Semakin siang, cuaca semakin buruk. Hujan deras, ombak mulai tinggi. Bapak mengambil alih kemudi kapal. Kami sebenarnya sudah tiba di Teluk Mandar, hanya berapa jam lagi Pare-Pare, ketika badai besar tiba. Ombak setinggi tiga meter menghantam kapal." Ambo Uleng diam sejenak, menghela napas.
Gurutta takzim mendengarkan, menunggu.
"Berkali-kali bapak berhasil meniti ujung ombak, berkali-kali kapal selamat. Tapi cuaca amat buruk. Seberapa terlatih Bapak membawa kapal, dia tak akan menang melawan ombak-ombak sebesar itu. Satu ombak akhirnya memukul lambung kapal. Dalam hitungan detik, kapal terbalik. Semua penumpang dan isi kapal tercerai berai di laut, Penumpang menjerit panik. Para kelasi berusaha membantu mereka. Aku takut sekali saat itu. Aku belum pernah menyaksikan laut begitu ganas."
"Aku sempat lompat menarik sebilah papan sebelum kapal terbalik. Dengan papan itu, aku berusaha bertahan diantara kepungan ombak tinggi. Aku tidak tahu dimana Bapak saat itu. Juga tidak tahu dimana penumpang, di mana kelasi. Aku berusaha menyelamatkan diri sendiri. Satu menit berkutat dengan papn itu, aku melihat putri pemilik kapal berseru-seru tidak jauh dariku. Tubuhnyya timbul tenggelam, Tangannya terjulur naik, meminta pertolongan siapapun."
"Aku tidak sempat berfikir, segera mendorong papan kayu yang kunaiki. Persis saat tubuhnya akan tenggelam, aku berhasil menarik bajunya. Dia masih sadar, meski perutnya meminum banyak air laut. Wajahnya pucat pasi, menangis, ketakutan, semua jadi satu. Dia memohon kepadaku agar tidak melepaskannya. Kami senasib diatas papan kayu itu. Aku berusaha berenang menjauhi lokasi kejadian. Disekitar kami berhamburan isi kapal, dan itu berbahaya. Sebelum aku sempat menjauh, salah satu benda itu menghantam ke arah kami. Dahiku robek, membuat darah berceceran dilaut." Ambo Uleng diam sejenak, menunjuk ke keningnya, bekas luka yang dtutupi oleh rambut.
Gurutta mengangguk.
"Enam jam lebih aku berjuang di tengah badai. Terus berenang menjauh, tidak tahu arah. Aku tidak melepaskan putri pemilik kapal walau sedetik. Sat tanganku memegang kapal satu lagi mencengkeram pakaiannya. Hingga hujan reda, laut kembali tenang, aku melihat kejauhan ada pohon kelapa. Dengan ssa tenaga, berenang ke arah tersebut. Kami mendarat disebuah pulau kecil, tanpa penghuni yang banyak terdapat di sekitar selak Makassar. "
"Enam hari lamanya kami terjebak disana. Aku tidak tahu dimana lokasi persis kami. Jadi tidak bisa mengambil risiko memakai papanuntuk berenang menuju pulau berpenghuni terdekat. Pulau itu kecil, panjangnya hanya setarus meter, lebar separuhnya. Ada banyak pohon kelapa, pohon bakau. Pasirnya putih. Enam hari kami tidak bisa kemana-mana. Aku mulai mengenalnya dan dia mengenalku. Kami bertahan hidup dari apa saja yang ada di pulau. Aku memanjat pohon kelapa, menagkap ikan, menangkap kepiting, udang. Sejak enam tahun aku sudah jadi pelaut, Bapak mengajariku banyak hal, termasuk cara membuat apai. Itu teryata berguna sekali. Di hari keenam, saat kondisi kami mulai payah, putri pemilik kapal mulai sakit, salah satu perahu nelayan menemukan kami. Mereka membawa kami ke Pare- Pare." 
Ambo Uleng menghela napas perlahan.
"Dari delapan kelasi, hanya dua yang selamat. Aku salah satunya. Bapakku meninggal bersama kapal yang dia bawa. Dari sembilan penumpang, ada lima yang selamat, termasuk pemilik kapal dan putrinya. Setelah kejadian itu aku berhenti menjadi pelaut, aku merwat ibuku yang sakit. Enam bulan kemudian, ibuku meninggal. Barulah aku kembali bekerja menjadi kelasi di kapal apa pun yang mau menampungku. Aku berkeliling ke banyak kota, berpindah-pindah ikut kapal."
"Usia dua puluh, saat penglamanku matang, aku kembali ke Pare- Pare. Pemilik kapal itu kebetulan membeli kapal Phinisi besar. Aku melamar bekerja disana menjadi kelasi. Pemilik kapal sama sekali tidak mengenaliku, tidak ingat, tetapi putrinya yang berusia dua puluh tahun, hanya butuh waktu lima detik untuk mengenaliku. Maalu-malu bertanya, memastikan."
"Empat tahun aku bekerja di keluarga mereka,hingga diangkat menjadi guru mudi. Saat itulah perasaan itu mulai tumbuh Gurutta." Ambo Uleng masih menatap meja.
"Kami tidak pernah bicara walau sepatah kata pun. Aku juga tidak berani menatapnya. Kalu berpapasan, dia menunduk. Tapi aku tahu, kami saling menyukai."
"Enam bulan lalu, aku tahu persis perasaanya kepadaku, ketika dia mengirimkan sepucuk surat. Menceritakan sesuatu yang membuat hatiku bagai diiris sembilu. Surat itu pendek saja. Dia bilang, orang tuanya sedang membicarakan perjodohan dengans seorang dari kota Makassar. Ada kerabat jauh dari kakeknya di Gowa yang sesuai janji akan datang meminang. Itu adalah perjodohan yang diatur sejak lam. Tidak bisa dihindari. Gadis itu menutup suratnya dengan pertanyaan. 'Apa yang harus aku lakukan, Abangda Ambo'?."
"Apa yang harus aku lakukan?" Ambo Uleng mengulangi kalimat tanya itu dengan suara bergetar, "Surat darinya jelas sekali, walau tak sepotong kata pun dia membahasnya, gadis itu mengharapkanku. Dia tidak mneginginkan perjodohan itu."
"Apa yang harus ambo lakukan.?" Ambo Uleng menyeka ujung matanya, "Surat darinya datang lagi, lagi,dan lagi, setip minggu. Dia menuliskan lebih rinci kabar perjodohan itu. Aku tidak bisa membiarkannya dalam kesedihan karena kau juga mencintainya. Maka sebulan lalu, sepulang dari Malaka, persis kapal Phinisi merapat di pelabuhan Pare-Pare, malam  harinya aku memberanikan diri menemui pemilik kapal. Aku bilang, aku hendak meminang putrinya."
"Rumah besar itu menjadi ramai. Pemilik kapal jelas menolak lamaranku. Siapapula aku? Keluarga mereka bangsawan, sedangkan aku hanya orang biasa. Putri pemilik kapal menjelaskan siapa aku, orang yang pernah  menyelamatkannya, enam hari terjebak di pulau terpencil, Pemilik kapal tetap pada pendiriannya. Dia bilang, itu tidak lantas membuatku setara dengan putrinya. Tidak otomatis membuatku berhak menikah dengan putrinya."
"Malam itu ku di usir dari rumah besar itu. Putri pemilik kapal menangis terisak disuruh masuk ke dalam kamar. Gelap, tidak ada jalan keluar atas masalah kami. Aku sempat dua kali kemabi ke rumah besar itu. Sam saja hasilnya. Ibu gadis itu akhirnya menemuiku. Sambil berlinang air mata dia menyampaikan jika perjodohan keluarga mereka tidak bisa dibatalkan. Ibunya bilang, dia bisa memahami cinta kami yang besar, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun. 'Perjodohan ini dilakukan oleh ayahnya dengan teman dekatnya dimasa kecil. Sudah disetujui oleh orang tua kami sejak putriku masih kecil. Putriku akan dijodohkan dengan pemuda yang lebih pantas. Lebih berilmu, lebih berpendidikan, lebih terpandang derajtnya. Pemuda itu murid seseorang yang sangat penting di Gowa. Kami akan malu jika membatalkan perjodohan itu, Nak.' Ibunya sambil menagis, memohon kepadaku agar melepaskan anaknya. Jangan sakit hati. Memintaku mengikhlaskannya."
"Apa yang harus aku lakukan? Hari itu, seluruh kesedihan menghampiri hatiku. Siapalah aku? Siapa gadis itu? Aku harus tahu diri. Maka siang itu, aku memutuskan pergi dari kota Pare-Pare, menmpang kapal menuju Makassar. Sebelum aku pergi, salah satu pembantu rumah mereka mengirimkan sepucuk surat terakhir darinya." Ambo Uleng terdiam lagi, tersenyum getir.
'' Isi surat itu bilang kalau perjodohan mereka akan dilakukan setelah musim haji selesai. Pernikahan akan segera dilangsungkan. 'Adik berdoa, dimanapun Abangda Ambo berada, semoga kebahagiaan selalu menyertai.' Dia menutup suratnya dengan klimat itu. Aku tahu, dia pasti berlinang air mata saat menuliskan suratnya. Kertasnya basah oleh bercak air. Aku kalah, Gurutta. Aku yang menyelamtkannya dari badai lautan, dari enam hari terjebak di pulau kecil, ternyata tidak berhasil menyelamtkannya dati perjodohan."
"Aku kalah. Aku berlari sejauh mungkin dari kota kelahiran kami. Tiba di Makassarsaat kapal ini sedang berlabuh. Bertemu dengan Kapten Phillips, dan sekarang inilah aku, seorang kelasi dapur. Inilah aku gurutta, lri dari sejauh kisah cintaku." Ambo Uleng sudah tiba di ujung cerita, masih menatap meja di hadapannya. Langit-langit kantin itu lengang sejenak. Gurutta menghembuskan napas perlahan.
Inilah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang cinta sejati. Kisah ambo uleng berakhir paling briliant. Setiba kapal blitar holand di Mkassar, gurutta mengajaknya turun. Gurutta bilang, ada seseorang yang ingin ia kenalkan.
Dermaga pelabuhan makassar ramai. Banyak sekali penduduk yang menyambut jamaah haji pulang. Di pelantaran Dermaga,Gurutta mengajaknya menemui sebuah rombongan yang sejak tadi telah menunggu. Rombongan yang membuat Ambo Uleng hampir jatuh terduduk karena kaget. Lihatlah! Di depan matanya.
Gurutta berkata datar ke rombongan yang telah menunggunya itu,"Daeng Yusuf, sejujurnya aku hendak membatalkan perjodohan ini. Karena aku pikir, kau tidak layak mendapatkan menanatu sebaik muridku. Tapi berhubung ayah kau adalah teman baikku saat masih muda. Kami sudah menyepakati perjodohan itu sejak lama, hari ini akan ku jodohkan anakmu dengan murid terbaikku karena mereka telah jatuh cinta sama lain. Kau keliru, Daeng Yusuf. Anak muda ini jelas berpendidikan, berkecukupan dan InsyaAllah baik hatinya. Inilah Ambo Uleng, pemuda yang pernah menyelamatkan putrimu saat badai di Teluk Mandar. Ini lah perjodohan yang telah aku rencanakan dengan ayahmu sejak dulu."

Ambo Uleng memahami seutuhnya nasihat Gurutta. Sungguh, telah menunggu hadiah yang paling indah bagi orang-orang bersabar.




Selasa, 05 Mei 2015

Untukmu yang mempunyai peran dalam kehidupanku. Selalu ada hal berharga yang bisa aku petik dari setiap kejadiannya 



Sejak awal saling mengenal, tak ada keinginan sedikitpun dariku untuk bermusuhan. Apalagi memutuskan tali silaturrahmi denganmu. Aku bukanlah mengharapkan dirimu untuk menjadikan aku seseorang yang special bagimu, karna aku juga sadar diantara kita ada perbedaan yang nyata dan aku merasa diri ini jauh dari sempurna dibandingkan kamu yang begitu sempurna. 
Namun aku tak bisa memungkiri akan rasa kagumku kepadamu. Kagum bukan karna fisik semata, melainkan sifat, perilaku, banyak hal baik yang bisa petik dari setiap kejadiannya. Cukup akau yang tahu akan rasa ini, aku tak akan membiarkanmu mengetahui apa yang aku rasakan terhadapmu, sampai pada waktunya nanti. Karena jika kamu mengetahui, aku tak asanggup bila kamu nanti akan membenci dan menjauhi aku. Biarlah aku yang menyimpan ini semua, aku bahagia bila harus melihatmu dari jauh dan tetap komunikasi setiap hari, salng memberikan dukungan, dan memotivasi serta berbagi pengalaman supaya kelak bisa semangat dalam menempuh kuliah. 
Tak ada keberanian dari aku apabila berpapasan denganmu, lidah ini terasa kilu untuk menyapamu namun bukan berarti aku tak bisa mendoakan seseorang yang selalu memberiku semangat. Dan tubuh ini tak mampu tegap dikala aku melihatmu. Aku harap kamu tak berfikiran, bahwa aku orang yang sombong atau lupa denganmu. Namun apa daya setelah aku bahagia bia kembali komunikasi, yang sebelumnya pernah putus, itu menjadi komunikasi terakhir antara kamu dengan aku. Berawal darimu yang sudah enggan membaca bahkan membalas pesanku. Dan gakda kabar akhir-akhir ini, dari sebelumnya yang selalu menyapa dikala pagi menjelang berangkat, siang menjelang maka, dan malam pada waktu sibuk dengan tugas masing-masing. Kamu selalu memberiku semangat, meskipun kamu juga butuh semangat. 
Rupanya itu adalah jawaban dari semua pertanyaanku. Kamu sudah mempunyai seseorang yang special. Dan aku harus mundur meskipun diantara kita tidak ada ikatan. Karena aku gak mungkin bisa mengganggu ataupun sekedar menyapamu melalui pesan singkat yang nantinya akan mengecewakanmu. Aku harus tahu, bahwa jawaban ini adalah alasanmu bahwa kamu ingin menghargai orang special itu. Yang perllu aku ketahui, jangan sampai aku melewati batas dimana aku mengharakan bisa kembali berkomunikasi denganmu seperti sebelumnya. Dan itu gak bisa terjadi untuk sekarang bahkan seterusnya. Karna ada seseorang yang musti kamu jaga perasaanya, supaya kamu bahagia dengannya. Dan kehadiranku gak akan jadi alasan untuk membuatmu kecewa. Karena aku akan bahagia bila harus melihatmu bahagia mdengan orang yang kamu sayang daripada berteman denganku yang akan membuatmu kecewa. Maafkan aku,jika kehadiranku membuatmu gak nyaman. Aku akan berusaha perlahan menjauhimu, tidak menegnalmu, dan menyapamu mulai sekarang, jika itu yang bisa membuatku bahagia. Mungkin itu alasanku supaya aku masih bisa mengharapkan kamu bahagia, meskipun kiini tidak lagi berteman seperti yang dulu. 





Jumat, 10 April 2015

DESTINASI WISATA DI "BUMI WALI"

DESTINASI WISATA DI "BUMI WALI"

Tuban, adalah sebuah kota kecil yang berada dipesisir pantai utara yang menjadi perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Pantura Tuban yang ramai menjadi salah satu wisata realigi, karena di Bumi Wali terdapat makam seorang pemuka agama yaitu Sunan Bonang. Selain terkenal dengan wisata realiginya di Bumi Wali banyak tempat wisata, yang letaknya strategis mulai dari sebelah barat di kecamatan Bulu ada tempat wisata "Pantai Sowan" tepatnya terletak disebelah utara jalan raya. 




Kemudian kalo ke sebelah timur lagi di Kecamatan Tambakboyo, tepatnya didesa Ngulahan ada Air Terjun, yang baru-baru ini ramai dikunjungi oleh penduduk sekitar.



Setelah dari Air Terjun, bisa melanjutkan perjalanan wisata pantura di Kecamatan Jenu tepatnya didesa Remen ada juga pantai baru-baru ini menjadi destinasi wisata, karena pantainya yang unik dan bersih. Unik karena di tengah pantai ada seperti danau kecil di tengah daratan, dan pasirnya yang bersih dan putih membuat pengunjung nyaman dengan mengunjungi pantai tersebut.








Masih di Kecamatan Jenu ada pantai Cemara yang letaknya berada diebelah barat Terminal Baru Tuban. 






Dari kecamatan Jenu menuju ke timur masuk kota Tuban, ada destinasi wisata realigi klenteng kepiting "Kwan Sing Bio", yakni tempat peribadatan penganut ajaran Tri Dharma. Klenteng yang terletak di jalur pantura ini adalah klenteng terbesar di Indonesia.






Dari klenteng kepiting bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Gua Akbar tepatnya berada dibawah Pasar Baru kota Tuban. Tempat yang dulu menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarkat sekitar, siapa sangka tempat in sekarang menjadi destinasi wisata yang unik.




Nah itu dia destinasi wisata di bumi wali. Masih banyak kok tempat wisata disana yang tentunya unik dan gak membosankan. Tunggu postinganku selanjutnya yaa.. :)

Senin, 26 Januari 2015

"Happily simple, if I'm given the time and opportunity to enjoy the scenery and place hanger and fun"


Dari ketinggian melihat pemandangan kota Batu yang menawan


 Butuh kebersamaan dan perjuangan untuk menikmati indahnya Coban Talun


Akhirnya bisa ngedapetin pose keren setelah berulang kali gagal at Puncak Tidar 


Minggu pagi di Museum Brawijaya


Pastilah bangga bagi orang tua yang memiliki anak sedang mengemban tugasnya sebagai pelindung masyarakat

 Ternyata egang istol tak semudh di drama korea :(



Jalan-jalan sore di taman kota lama 


Keinginanku sebagai seorang muslimah, kela diizinkan berkunjung ke Eropa dimna terdapat peninggalan sejarah islam seperti cerita novel "99 Cahaya di langit Eropa"


Suatu moment paling berkesan, happy holiday with my angel at Makam Bung Karno




Bolang pertama dengan kawan 1kelas at Coban Glotak





Jumat, 22 Agustus 2014

Kamu SemangatkuM


 

Waah.. Malam minggu nih. Mau ke mana yaa…? Di kosn mulu,bosen ah. Mau keluar, tapi ke mana.? Bingung dah. Hemmm, ada yang ngetuk pintu kamarku. Ehh ternyata si April. Dia salah satu temen satu angkatan di kosnku. Gax pernah absen ngapeli aku dah. Hah apel.? Tidak,tidak, tidak. Ehh dia baik banget loo, ngajakin aku malming. Ngerti banget ne orang aku lagi boring di kosn. Eits, tapi ngajak malming ke mana ya…? Jeng..jeng. Dia ngajak aku ke acara HUT Fakultasnya, sekalian acara malam inagurasi buat mahasiswa baru kaya kita-kita. Yauda ngikut aja,lumayan dapet hiburan juga. Tau gak, acaranya ngundang salah satu band ternama Ibu kota oo guys. Wah bakalan seru neh. Kami sepakat berangkat lebih awal jam 18.00. Karena acara dimulai jam 19.00, paling juga masih pembukaan dulu. Tapi jalur kami masuk berbeda sama jalur umuum. Karena kami termasuk yang punya acara, yea tamu special.
Kami sudah siap… Cuz berangkat ke kampus disalah satu gedung serbaguna yang ada dikampus kami. Waahh.. Rame sekali. Nampak kesibukan petugas keamanan yang memeriksa penonton masuk ke dalam gedung. Kami juga ikut larut dala antrian itu. Tapi pintu yang kami masuki berbeda dengan pintu umum. Kami lewat pintu samping. Kalo buat umum lewat pintu depan. Lama banget antriannya. Naik anak tangga satu per satu butuh waktu 15menit dah. Wah uda hamper 1jam kami antri,akhirnya tiba di pintu masuk. Tapi  temenku kog lama banget ya di ceknya.? Why? Oh ternyata dy pake sabuk, sedangkan sama petugasnya dilarang menggunakan sabuk. Tak lama kami bis menyelesaikan masalah itu. Dan sampai pada tribun atas, dengan reflex temenku menggandeng tanganku dan ngajak turun ke bawah tepat di sebelah kanan panggung. Gila baru pertama aku kaya gini. Nampaknya mereka sangat bahagia menikmati alunan music dari salah satu band dari Kota Bunga ini. Dan temenku itu seolah kena sihirnya, dia menyanyi sambil menari seolah tiada beban apapun. Hebat musiknya bisa menghipnotis temenku. Dan akupun larut dengan ajakan temenku. Emang bener disini tempatnya melepaskan sgala gundah gulana dihati ini. Meskipun kami cuman berdua, tetep seru. Ada rasa khawatir sih, melihat kita cumin cewek. Sedangkan mayoritas cowok aku takut ada yang berantem. Tapi melihat temenku yang tiada henti menyanyi itu, perasaan takut menepis menjadi bahagia. Tapi kok panas banget yaa, wah haus ni minum apa? Yauda istirahat aja dulu.
“AKu capek. Mau istirahat dulu,” Kataku
“Wah gak asik ni orang. Duduk aja dibelakangku, pokoknya jangan sampai pisah,”
“Siap bos” jawabku antusias
April    : Ehh aku ikutan juga. Mo hemt tenaga entar buad bintang tamunya. Entar bakalan lebih seru deh kayaknya.
Aku     : Iyaa deh percaya sama yang punya acara.
Nah pas kami lagi duduk berdua, ada gerombolan cowok duduk disebelah kananku. April bilang salah satu cowok itu ada yang memperhatikan aku. Aku kira temenku, tapi kalo temenku kenapa dia gak langsung nyapa aja ya. Aneh kayaknya, mau lihat tapi gak berani. Tapi penasaaran. Gimana dong. Tiba-tiba ada suara “Bukk”. Spontan kami kaget,ternyata suara itu dating dari sebelah kananku celah antara aku dan cowok yang memperhatikan aku. Ternyata ada cowok lari dan terjatuh tepat disebelah kananku.
Aku     : Hah. Apaan ni menggangu pemandangan aja(dalam hati).
Galih   : Ma’af ya bikin kaget.
Aku     : Hah iya (dengan tampang syok).
Galih   : Mbak cuman berdua aja?
Aku     : Iya
Galih   : Dari mana mbak?
Aku     : Dari kampus ini.
Galih   : Loh sama dong mbak. Kami (sambil menunjuk segerombolan disebelah kananya) juga dari kampus sini.
Aku     : Ohh iya.
            Dengan jawaban yang cuek aku masih menjawab. Habis nyebelin tu orang menghalangi pandanganku aja. Dan ternyata cowok yang daritadi ngeliatin aku tuh, temennya Galih yang ngobrol sama aku. Ohh ternyata mereka satu pasukan. Nah lo, kami berdua diajak kenalan sama temennya Galih yang ngobrol sama aku, termasuk Si dia yang memperhatikan aku. Mereka semua berenam dan kami hanya berdua, dan tiga diantara mereka lagi asik menikmati musik. Jadi kami cuman kenal sama tiga orang aja. Gak masalah yang penting aku sudah kenal sama Kamu yang daritadi ngeliatin aku.  Aku yang terakhir neh kenalan sama Kamu, seolah saling terkejut, yang tadinya cuman dilihatin aja sekarang kenalan secara langsung.
Kamu : Kenalin, namaku…? Kamu?
Aku     : Hah, Iya.. Aku….? (Aku gugup…^_^ )
Kamu  : Cuman berdua…?
Aku     : (Hah dy Tanya lagi ^_^ ) . Hemm iya ini.
Kamu : Ehh itu bandnya uda keluar, yuk maju ke depan.
Aku     : Hah iya, bentar nunggu temenku.
Kamu : Oke
            Dan lantunan music pengisi acara mulai menghipnotis seluruh penoton yang berada didalamnya. Sumpah baru pertama kali aku nonton kaya gini, dan pertama juga aku kenal sama orng seperti Kamu. Pas nonton itu kami seperti lagi baris pramuka berbanjar, dan lebih bahagianya aku…berada disebelah kanan Kamu OMG. Disebelah kiriku ada cewek yang baru aku kenal. April berada disebelah kiri cewek itu. Kamu ngajak aku ngedance ala band pengisi acara itu, tahu gakk…Tangan Kamu berada dipundakku. Sumpah uda gugup ditammbah lagi kaya gini jadi triple gugup ini aku. Biar kompak aja ngedanceya jadi tangan kami semua saling merangkul pundak disebelahnya. Bahagia banget hari ini. Aku gak mau ini berakhir. Kamu kelihatannya menikmati banget acara itu. Aku rasa juga seperti itu, tapi aku lebih menikmati kebersamaan kita. Waktu itu temen-temen Kamu pada ngajak foto. Dan Kamu juga ngajak aku foto, tapi sayang aku foto sama Galih dan kamu yang foto kami. Hah gak enakk aku benci. Tapi gak masalah kebersamaan itu lebih bermakna dari pada foto. Inikah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Lanjutt menikmati music sambil ngedance, seolah tiada beban hanya kebahagiaan yang luar biasa seekarang aku dapatkan dengan berada disampingmu walau hanya untuk satu jam kedepan. Tapi aku uda nyerah duluan, hah capek,panas, sekujur tubuh penuh dengan keringat. Aku bilang sama Kamu dan temenku. Kalo aku mau istirahat dibelakang.
Aku     : April, aku capek mau duduk dibelakang.
ApriL  : Oke jangan jauh-jauh
Aku     : Engga aku dibelakangmu
April    : Oke
Aku     ; Waktu kita tinggal satu jam lagi, kita kan izin sampai jam 11.
April    : Yeahh padahal masih seru acaranya belum selesai pula.
Aku     : Gak masalah, kapan-kapan lagi.
            Aku berdiri tapi uda gak kuat ngedance, Kamu juga masih disampingku. Ehh cwek yang tadi disebelahku dia kecapean langsung ngelurusin kakinya tepat didepan kami, seolah tu cewek lagi caper. Kami berdua cuman saling lihat aja. Terus aku sempat menangkap pandanganmu, kayaknya gak suka banget sama cewek yang caper kaya gitu. Berhubung waktu sudah mendekati jam 11, aku pamitan sama Kamu dan teman-temanmu. Sebenarnya aku berat buat nnggalin kebersamaan ini, karena aku menemukan kenyamanan dengan berada disampingmu. Aku juga menangkap hal yang sama dengan melihat pandanganmu ke aku. Ada insiden kecil waktu aku pamit sama temenmu yang tadi ngajak aku ngobrol. Masa Galih narik tanganku gak bolehin aku pulang sih, ihh. Aku harap kamu mau melepaskan tangan temenmu dari aku, tapi apalah daya kamu sebenarnya ingin melakukannya tapi kami cuman saling lihat aja, gak tahu kenapa akhirnya aku sendiri yang meepaskannya. Aku pulang dengan perasaan kesal sama Galih dan berat saat harus berpisah dengan Kamu. Tapi pas kami berdua mau pulang, ternyata semua pintu masih tertutup karena acara belum berakhir. Kami berdua memutuskan untuk duduk dikursi tribun bawah. 0,5 jam kami duduk sambil nunggu pintu dibuka,  ehh kok kamu kesini juga. Tapi aku gak berani menyapa kamu, kamu juga gak nyapa aku. Lagi-lagi cuman saling lihat aja wes. Ehh malah temenmu yang nyapa aku. Terus temenmu mendekat dan duduk disampingku. Kok bukan kamu, kenapa harus temenmu dan kamu duduk disebelah temenmu.
Diky    : Loh katanya pulang, kok masih disini? Wah bohong ya?
Aku     : Engga, pintunya masih ditutup itu. Soalnya tadi kami lewat pintu                            samping. Nggak lewat pintu depan.
Diky    : Kog gak sama ya? Aku kira masuknya cuman dari pintu depan aja?
Aku     : Kami kan goloongan yang special mangkanya lewat pintu khusus                            hehehe
Diky    : Haha bisa aja ni cewek.

            Aku berharap pintunya dibuka satu jam lagi. Sehigga aku masih bisa merasakan kebersamaan denganmu meskipun dengan jarak satu kursi dari kamu. Tapi tapi tapi, temenki tiba-tiba menarik tanganku dan ngajak pulang. Dan akhirnya kami pulang sekarang juga. Aku harus pulang, aku berharap kamu menhubungi aku dengan nomerku yang diminta sama Galih tadi. Sebenarya berat buat ninggalin tempat ini. Apa kamu memikirkan hal yang sama dengan aku? Oke baiklah kami pulang sekarang juga. Beranjak dengan berat hati ninggalin kebersamaan ini. Sebelum keluar dari pintu. Aku ingin melihatmu sebentar walau terhalang dengan kegelapan ini. Sampai di kosan,aku langsung membuka hp. Melihat foto yang aku ambil tadi sepertinya dari salah satu foto itu ada kamu, meskipun hanya Nampak dari belakang hanya punggungmu yang kelihatan. Aku juga berharap ada sms dari kamu. Sepulang acara itu susah banget tidur meskipun mataku ini uda gak kuat lagi. Tetep aja aku masih melihat foto dihp yang Nampak kamu cuman dari belakang.