MIMPI DAN HARAPAN
Sejak menempuh pendidikan dasar setiap ditanya tentang
cita-cita saya hanya memberi jawaban, saya ingin jadi seorang guru. Dan
cita-cita itu masih bertahan dari saya duduk dibangku SMP-SMK. Ketika saya
duduk dibangku SMP saya memang masih bersama dengan kawan saya sewaktu duduk
dibangku SD, jadi tidak akan sulit bagi saya untuk mencari teman dan belajar
berogarnisasi. Kemudian setelah lulus SMP saya memiliki keinginan, mencoba
menempuh pendidikan tingkat atas didaerah kabupaten dengan berbagai pertimbangan.
Berawal dari keinginan tersebut, saya akhirnya diterima di SMK masuk jurusan
Pemasaran dan mendapat tentangan dari orang tua. Namun saya tidak mau mundur,
karena saya yakin saya kelak akan mempertanggungjawabkan pilihan saya. Dan
akhirnya dalam pendaftaran SNMPTN saya masih berselisih pendapat dengan orang
tua mengenai prodi yang akan dipilih di perguruan tinggi nanti. Masih hal yang
sama yang menjadi perdebatan antara saya dengna orang tua, yaitu orang tua
mengharuskan saya memilih prodi PGSD sedangkan saya ingin melanjutkan prodi ke
prodi Pendidikan Tata Niaga yang searah dengan jurusan saya sewaktu duduk
dibangku SMK, mengapa saya harus emmpertahankan jurusan tersebut menuju tingkat
perguruan tinggi. Berawal dari jurusan saya yang dulu selalu menjadi olokan
tetangga maupun teman, namun dari ocehan mereka saya jadikan sebagai senjata
saya harus membutikan kepada mereka bahwa jurusan Pemasaran bukanlah jurusan
yang tidak bermanfaat atau hanya untuk menjadi pegawai rendahan. Saya juga
mendapat inspirasi dari salah satu guru saya ketika saya duduk dibangku SMK
yaitu Ibu Yeni, beliau juga dulu belajar di prodi Tata Niaga dan beliau itu
salah satu guru yang cara atau metode mengajarnya tidak membosankan dan selalu
memacu siswanya untuk selalu dan harus memperoleh hasil yang bagus namun
dibalik hasil yang bagus harus dibarengi dengan usaha kita selepas dari itu
kita harus mengetahui apa pentingnya dan manfaat dari yang kita pelajari.
Berawal dari hal tersebut saya memiliki keinginan untuk mendaftar ke perguruan
tinggi yang sama dengan Ibu Yeni, karna saya rasa output dari pergurun tinggi
tersebut sangat bagus dengan kemampuan yang dtunjukan oleh Ibu Yeni diekolah
kami ketika mengajar.
Alhamdulillah
pengumuman SBMPTN tiba, dan saya diberitahukan oleh salah satu teman satu kelas
saya, dia memberitahukan bahwa saya diterima di Universitas Negeri Malang, sungguh
diluar dugaan bagi saya bisa melanjutkan pendidikan yang sama dimana guru yang memberikan motivasi saya juga
menempuh pendidikan tingggi ditempat yang akan saya tuju. Saya seorang anak
salung perempuan yang sebelumnya meliliki pengalaman untuk hidup diluar kota
dan jauh dari orang tua selama selama 4bulan untuk menempuh prakerin (praktek
kerja industry) di Ramayana Depstore kota Surabaya. Berawal dari sana saya
meyakinkan orang tua, kalu 4bulan saja saya mampu bertahan jangan ragukan putri
sulung bapak ibu untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi meski harus
berpisah untuk sementara dari kalian. Akhirnya saya mengantongi izin dari
beliau berdua, yang sebelumnya terjadi perdebatan antara kami lagi-lagi masalah
prodi, terutama ibu saya mengharuskan saya untuk menempuh prodi PGSD di salah
satu Universitas dikota saya, karena beliau juga alumni dari Universitas
tersebut tapi saya tetap bersikukuh dengan pertimbangan, memang diluar kota
butuh biaya hidup yang lebih mahal tapi insyaallah hasilnya akn lebih baik
daripada yang ada dikotaku. Akhirnya berangkat hanya berdua dengan Ibu saya ke
kota Malang, karena 1kelas hanya saya yang diterima di Universitas tersebut,
sulit memang tidak ada rekan dan disana kami tidak memiliki 1pun orang yang
kita kenal. Berawal dari situlah saya memiliki tekad yang kuat, ini pilihan
yang harus saya perjuangkan demi mereka yang bekerja keras untuk mengantarkan
putri sulungnya menempuh pendidikan tinggi di kota Malang. Masa depan bukan
lagi bersama mereka temans sekolah, teman jalan melainkan masa depan bersama
mimpi dan harapan dari orang tua yang sudah bekerja keras untuk ank-anaknya.
Banyak pelajaran hidup terutama yang saya petik dari perjalanan menempuh gelar
sarjana di kota Malang, memiliki rekan dari berbagai pulau dan kota di
Indonesia membuat saya bersyukur saya diberikan izin untuk menempuh pendidikan
tinggi disini dan bertemu mereka rekan berjuang menuju masa depan yang lebih
baik dengan berbagai tindakan positif bagaimana cara kita menjaga sikap,
toleransi, saling menjaga, membantu yang membutuhkan pertolongan yang selama
ini saya rasa belum pernah saya dapatkan selama saya menempuh pendidikan
sekolah hingga tingkat atas. Terutama belajar mengendalikan diri dari amarah
untuk menjaga perasaan orang lain dan juga kebutuhan akan teknologi dan
informasi karna saya rasa saya tertinggal dalam hal itu karna keterbatasan
ekonom dikeluarga saya, dan saya harus belajar jangan pernah meminta karena
sudah cukup orangtua saya memberikan pendidikan yang layak ini. Jadi yang hrus
saya perjuangkan bagaimana cara saya memanfaatkan waktu luang kuliah saya
supaya bisa menghasilkan rupiah untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang saya
segan untuk minta kepada orang tua, akhirnya saya mengikuti tawaran teman satu
kelas untuk ikut multi level marketing saya mengambil keputusan tersebut tanpa
izin dari orang tua untuk menginvestasikan uang Rp 250.000,- kepada perusahaan
mlm dengan imbalan produk the kesehatan dan lain sebagainya, jika saya berhasil
mengajak rekan saya untuk bergabung dengan perusahan tersebut saya akan
memperoleh uang hasil investasi dari rekan saya. Berawal dari sana saya mulai
curiga, adakah usaha yang seperti ini menarik keuntungna dari orang lain. Ada
rekan kuliah saya yang berminat untuk bergabung, namun saya menolaknya dan
memberikan penjelasan, jangan mengikuti jalan saya yang salah kalua kamu tidak
mau merugi cukup saya saja yang merugi tapi jangan dengan kamu. Perdebatan
dengan rekan saya terjadi, akhirnya dengan penjelasan dan arahan dari saya
rekan saya mau menerima alasan saya. Kemudian apa yang saya lakukan
slelanjutnya, uang jatah bulanan saya sudah saya investasikan otomatis jika
saya tidak berhasil mengajak rekan saya untuk bergabung uang saya juga tidak
kembali lantas bagaimana saya melanjutkkan hidup saya, tidak mungkin saya minta
kepada orang tua, yang ada takud. Saya bercerita dengan teman kuliah saya
kebetulan dia ank bidikmisi, dia menawarkan pinjaman kepada saya dan memberika
kemudahan saya untuk membayarnya disemester depan Alhamdulillah masih ada orang
yang baik hati mau menolong akibat dari kelalaian saya. Dari situ saya
berfikir, saya disini buukan untuk mencari rupiah tapi untuk mencari ilmu guna
membuat orang tua bangga, maafkan kekhilafan putrimu bapak ibuku.
Disemester
genap kampusku memiliki waktu libur yang cukup lama yaitu 3bulan terhitung dari
bulan Mei-Juli, saya tidak putus asa untuk menghasilkan rupiah apalagi saya
sudah tidak terikat tugas kuliah selama kurun waktu 3bulan. Terutama ketika libur semester genap kami
memiliki waktu libur sampai 3bulan, waktu itu saya manfaatkan untuk bekerja di
salah satu supermarket di kota asal saya Tuban. Pastilah tetangga berfikir jika
sebelumnya pada bulan pertama saya masih nganggur karena belum ada panggilan
kerja, mereka berfikir saya sudah berhenti kuliah. Kemudian bulan kedua saya
mendapat panggiilan untuk kerja dalam waktu 1bulan selama bulan puasa.
Alhamdulillah hasilnya bisa saya gunakan untuk membayar Kuliah Kerja Lapangan
(KKL) mata kuliah wajib semacam kuunjungan industry ke Bali dan Lombok. Saya
merasa bangga bisa menjalankan studi dengan baik, dan memanfaatkan waktu luang
dengan menghasilkan rupiah. Jika saya mampu melakukan hal ini saya harap,
saudaraku disana juga bisa melanjutkan studi mereka sembari menghasilkan rupiah
tapi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar mereka, misalnya memberikan
pembelajaran emmbuat kerajinan dari kulit jagung dari kulut jagung yang
biasanya hanya dibuang justru bisa menambah nilai jika kita bisa memberikan
latihan membuat kerajinan dengan benda yang mudah kita dapatkan sepert pelatihn
yang diadakan dikota Malang yang pernah saya ikuti dan saya praktekkan lalu
saya jual ketika saya pulang ke kota asal saya. Semoga dengan bekal kecil dari
saya bisa membuat perubahan bagi saudaraku.





















